Menjawab banyaknya keluhan masyarakat terkait persoalan kredit lesing, Polres dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember panggil ratusan Debt Collector dan lesing.

Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, S.H., S.IK., M.H., melalui IPTU Ainur Rofik menyebut, pertemuan tersebut dalam upaya menciptakan iklim kondusif di masyarakat, agar sama-sama sadar hakndan kewajiabannya.

“Masyarakat Jember sangat banyak keluhan, terkait penyitaan fidusia. khususnya kredit kendaraan. Seperti yang terjadi di Jalan Hayam Wuruk kemarin itu, sampai lari ke ranah pidana. Hal ini tidak boleh terjadi lagi, Kapolres Jember akhirnya ada inisiasi bersama OJK memanggil debitur,” ujarnya.

“Bukan asal menyita jaminan, tetapi bagaimana para lesing dan debt collector mengikuti prosedur yang ada. Tujuannya, supaya tidak ada persoalan yang menimbulkan ketidak nyamanan diantara kreditur dan debitur,” jelasnya.

Rofik juga menyebut, pada tahun 2017 angka laporan yang masuk ke Polres Jember cukup significant. Sehingga, acara tersebut dipandang penting untuk digelar.

“Kami catat pada tahun 2016 ada 24 laporan. Pada tahun 2017 yang masuk ke kami 23 pelanggaran. Itu yang melapor. Bagi yang tidak melapor sangat banyak tentunya, yang jelas kami dari institusi Polri akan tetap menindak tegas apabila ada yang melanggar aturan,” tukasnya.

Acara inti dalam pertemuan tersebut yaitu sosialisasi Peraturan Kapolri No.8 tahun 2012. Bagaimana meknisme penyiataan jaminan fidusia yang benar, oleh bagian hukum Polres Jember dilanjutkan oleh Budiono, Kepala Bagian kepengawasan industri non bank dari Kantor Regional 4 OJK Jatim.

Dalam aturan tersebut menyebut, Debt Collector saat pengambilan harus melewati tahapan prosedur yang sudah ditentukan. Salah satunya harus melibatkan aparat dalam penyitaan.

“Tujuannya, agar tidak ada persoalan yang tidak diinginkan. Sehingga, tidak ada persoalan di belakang hari,” tutup Rofik.//frida