SATRESKRIM POLRES JEMBER – Baru tiga pekan bekerja menjadi pembantu rumah tangga (PRT), SU, warga Dusun Sari Mulyo, Desa Sari Mulyo, Kecamatan Jombang, Jember, Jawa Timur, nekad membobol ATM majikannya. Bahkan, nilai kerugiannya cukup fantastis mencapai Rp23,5 juta.

Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan, terungkapnya kasus pencurian uang di rekening ini bermula dari laporan korban yang mengaku uang di rekeningnya berkurang secara misterius. Polisi segera menghubungi pihak bank untuk menyelidiki kasus tersebut. Selain itu, aparat juga meminta cetak buku rekening guna mengetahui detil transaksi uang yang keluar dari rekening korban.

“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, serta koordinasi dengan korban, kami mendapat titik terang bahwa yang mengambil adalah pembantu korban,” terang Kusworo, dalam pers rilis di halaman Mapolres Jember, Kamis (25/1/2018).

Menurutnya, pasca memperoleh kepastian informasi mengenai identitas pelaku tersebut, Kepolisian Sektor Jombang bergerak menuju rumah pelaku. Polisi menangkap perempuan 31 tahun itu pada Rabu (24/1/2018) kemarin, tanpa perlawanan. Bersama pelaku, aparat juga menyita uang Rp6,5 juta, sebuah kalung emas, sebuah ATM milik korban, dan buku rekening bank milik pelaku.

“Hasil penyidikan terungkap, pelaku mengambil uang sebanyak tiga kali dari rekening korban melalui dua cara, yakni mengambil tunai menggunakan ATM dan melakukan transfer ke rekening pelaku melalui ATM,” jelas Kusworo.

Lebih lanjut Kusworo menerangkan, pelaku dengan mudah dapat membobol nomor kode akses ATM korban karena sebelumnya pernah diajak oleh majikannya mengambil uang menggunakan ATM yang dicurinya. Ketika diajak itulah, pelaku mengingat-ingat PIN ATM tersebut, dan kala juragannya lengah, pelaku mengambil ATM itu dari dompet korban. Disinilah, pelaku menjalankan aksinya dengan menguras isi rekening majikannya tersebut.

Informasinya, meski saat membobol ATM pelaku masih menjadi pembantu, namun saat ditangkap pelaku tak lagi bekerja kepada korban. Dia dipecat oleh majikannya itu karena sebelumnya juga pernah ketahuan mencuri barang di rumah korban yang berprofesi sebagai pedagang tersebut.

“Atas perbuatannya pelaku diancam Pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara,” tandas Kusworo. (*)