SATRESKRIM POLRES JEMBER – ” Tembak ditempat untuk begal yang beroperasi di wilayah hukum Kabupaten Jember ” perintah Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH. dalam acara press converance Kamis 01/03/2018. Hal ini di sampaikan Kapolres Jember mengingat tindak kejahatan “ begal “ sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH menyatakan, ” Tindakan penembakan di tempat dapat dilakukan pada saat kondisi keselamatan petugas dan orang lain dalam keadaan terancam ” terangnya.

Tindakan ini sudah dilindungi oleh Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 memuat mengenai ketentuan itu. Hal ini disampaikan Kapolres saat press coverence dengan sejumlah awak media.

“Tindakan ini disahkan asalkan sesuai aturan yang ada. Karena menyangkut perlindungan jiwa petugas dan jiwa orang yang wajib dilindungi,” kata Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH.

Hal ini diawali dimana Satreskrim Polres Jember terpaksa melumpuhkan pelaku begal motor yang berusaha kabur dan melawan petugas saat akan dilakukan penangkapan, saat Unit Resmob Barat SatReskrim Polres Jember, mengungkap pelaku pembegalan terhadap Umrotul Laili, di jalan raya Paleran – Sukorejo, Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Minggu (25/2/2018) pagi.

Setelah dilakukan penyelidikan dan memastikan keberadaan tersangka, hamya dalam jamgka waktu tiga hari tepatnya Rabu sore sekitar pukul 14.30 Wib, kedua pelaku diketahui sedang melintas di jalan Sumberbaru. Tidak ingin buruannya kabur, petugas menghadang mereka dengan diarahkan masuk ke Mapolsek Sumberbaru.

Dari dua pelaku, satu pelaku berinisial S umur 40 tahun, warga Dusun Tonggengan, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember. ini dilumpuhkan dengan timah panas saat akan ditangkap. Sementara seorang pelaku berhasil melarikan diri saat akan dilakukan penangkapan. Saat ini pihaknya terus mengejar pelaku yang berhasil melarikan diri tersebut dengan identitas yang sudah dikantongi. Polisi juga telah menetapkan pelaku dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Adapun barang bukti yang berhasil kami amankan ialah satu unit kendaraan bermotor Honda Beat warna merah putih dengan nopol P 3592 LE yang menjadi sarana untuk melakukan aksinya, satu lembar STNK milik pelaku, satu buah ponsel seluler merk Vivo X35 milik korban, serta sebilah celurit milik pelaku yang digunakan pada saat menjalankan aksinya,” tutur Kapolres.

Saat dilakukan interogasi, ternyata pelaku merupakan residivis dan mengaku telah melakukan aksinya dibeberapa tempat selain di Sukorejo. Bahkan dalam satu bulan ini komplotan ini telah melakukan aksinya dua kali di sekitaran Hotel Beringin Indah di Kecamatan Ajung, dan satu lagi di Paleran yang masuk wilayah hukum Polsek Bangsalsari. Termasuk di wilayah hukum Kabupaten Lumajang tersangka pernah divonis satu tahun enam bulan penjara.

Berdasarkan perbuatannya, pelaku akan mempertanggung jawabkan perbuatanya dan melanggar pasal 365 ayat 2 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(brt)