SATRESKRIM POLRES JEMBER – Warga Kelurahan Jember Kidul, Kacamatan Kaliwates di gemparkan dengan kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh Iwan Bastian (40 tahun), yang tega menghabisi nyawa istrinya, lantara desakan ekonomi dan rasa cemburu, serta sering cekcok, sehingga tega mencekik leher istri hingga tak bernyawa. Minggu (22/4/18)

Pria berusia 40 tahun tersebut usai membunuh istrinya, berniat menghabisi nyawa sendiri dengan cara gantung diri dengan tali rafia serta menyayat tangannya dengan mengunakan pisau, upaya pria tersebut gagal, karena keburu diketahui oleh tetangga dan pelaku langsung di tolong untuk mendapatkan perawatan medis.

“Motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi karena motif tekanan ekonomi dan cemburu sejak sama-sama di PHK dari pekerjaannya di studio foto modern,” kata Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo SH., S.I.K., MH.

Pelaku mencurigai korban karena dianggap penampilannya berubah. Yaitu kerap mengenakan pakaian seksi dan didesak kebutuhan ekonomi. Motif pembunuhan ini dilatarbekakangi desakan ekonomi dan cemburu.

Kusworo menjelaskan, sejak awal Januari 2018, pasangan suami istri ini di PHK dari tempat bekerjanya di studio foto Modern Jalan Ahmad Yani. Sejak saat itu sering terjadi percekcokan karena himpitan ekonomi dan sikap perilaku istrinya berubah.

“Termasuk dari segi penampilan. Sehingga pelaku mempunyai pikiran yang macam-macam terhadap istrinya, “terang Kusworo.

Pada saat melihat istrinya terlelap tidur sekitar pukul 1.30 dini hari, pikiran pelaku terguncang dengan melakukan tindak kekerasan dengan cara mencekik leher korban hingga menyebabkan tulang leher patah, berdasarkan  bukti dari hasil visum yang dilakukan oleh dokter rumah sakit.

Setelah mengetahui istrinya meninggal, pelaku juga berniat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun upaya itu gagal dilakukan. Lalu kemudian pelaku mengambil pisau dan menyayatkan pada pembuluh nadinya dipergelangan tangan sebelah kiri. Namun upaya bunuh diri itu gagal pula setelah diketahui oleh tetangganya. Mengetahui hal tersebut, kemudian segera melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian.

“Atas perbuatan yang dilakukan oleh pelaku,  maka pelaku terancam dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Sumber : http://www.potretjember.com/2018/04/suami-tega-bunuh-istri-akibat-tekanan.html?m=1