SATRESKRIM POLRES JEMBER  – Praktik pungli (pungutan liar) kembali terjadi di lingkungan sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kali ini, dilakukan oleh dua oknum PNS dari Dispendik Kabupaten Jember berinisial S dan R. Mereka bertugas sebagai penilik (pengawas) sekolah.

Beruntung, kelakuan keduanya berhasil diungkap Polres Jember dan Kejari Jember melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan bahwa OTT terhadap dua oknum penilik berinisial S dan R ini berawal dari laporan masyarkat perihal adanya pungli dana bantuan Layanan Khusus (LK) yang ditujukan untuk lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kedua penilik itu, lanjut Kusworo, memungut 15 persen dari total nilai bantuan.

“Bantuan yang diberikan ini besarnya Rp25 juta kemudian diminta 15 persen. Total ada uang sebesar Rp7,2 juta yang berhasil kami amankan,” katanya.

Ia menambahkan modus yang digunakan kedua penilik itu adalah sebagai uang lelah. Sesuai tugasnya, penilik berkewajiban mensurvei kondisi lembaga PAUD yang berhak menerima bantuan yang bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kusworo menuturkan, saat ini pihaknya bersama Kejari Jember masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru.

“Saat ini masih terus kami lakukan pendalaman. Kalau mereka menyebut ada pihak lagi yang menerima dana tersebut, maka akan kami tetapkan tersangka lagi,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Dispendik Kabupaten Jember Ghozali menuturkan bahwa program LK kepada PAUD ini ditujukan untuk lembaga PAUD yang berada di wilayah terpencil. Proses pengajuan dan persetujuannya langsung dilakukan oleh Kemendikbud.

“Pengajuan dan persetujuannya itu langsung. Tapi biasanya ada rekomnedasi dari DPRD itu juga bisa,” ucapnya.

Sejatinya bantuan itu digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan pendaftaran siswa baru. Tahun ini, ada empat lembaga PAUD di Jember yang menerima bantuan tersebut.

“Bantuan ini setiap tahun ada. Tahun ini ada empat yang dapat,” ungkap dia.

Dia menambahkan bahwa Dispendik Kabupaten Jember menyerahkan kasus praktik pungli itu kepada polisi dan kejaksaan. Selain itu, Ghozali juga mengatakan bahwa kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada Bupati Jember dr Faida dan akan diproses sesuai aturan yang berlaku. “Pemkab juga sudah tahu. Nanti inspektorat akan bergerak dan memproses sesuai aturan,” tambahnya. (*)