Seorang pencuri mobil di Jember tewas ditembak usai melancarkan aksinya. Pelaku ditembak karena menabrak blokade petugas.

“Tindakan tegas terpaksa kita lakukan karena tindakan pelaku sudah membahayakan,” kata Wakapolres Jember Kompol Windy Syafutra, Minggu (19/4/2020).

Pelaku diketahui bernama JS (40), warga Dusun Krajan, Desa Kepel, Kecamatan Wuluhan. Dia tertangkap di Desa Pondok Dalem, Kecamatan Semboro.

“Untuk lokasi pencuriannya di Dusun Pondoklalang, Desa/Kecamatan Jenggawah,” tambah Windy.

Dia menjelaskan, aksi pencurian terjadi pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 05.00 WIB. Pelaku datang bersama dengan tiga temannya berboncengan motor.

Tiba di lokasi, pelaku turun dari motor dan langsung menyasar mobil Granmax pikap yang terparkir di halaman rumah. Dengan menggunakan kunci T, pelaku berhasil membuka pintu mobil dan menghidupkan mesin.

“Pelaku selanjutnya membawa kabur mobil ke arah Barat,” sambung Windy.

Polisi yang kemudian mendapat laporan pencurian mobil langsung melakukan pengejaran dan pengadangan. Blokade dilakukan di jalan raya Desa Pondokdalem, Kecamatan Semboro.

“Namun blokade itu akhirnya ditabrak pelaku yang mengendarai mobil hasil curian. Pelaku terus berusaha kabur. Namun kendaraan terhenti setelah menabrak pohon,” terang Windy.

Kendati sudah terkepung, pelaku masih berusaha melarikan diri. Akhirnya petugas menembak pelaku dan tepat mengenai kakinya.

“Kita langsung bawa pelaku ke Puskesmas, kemudian kita bawa ke RS dr Soebandi. Tapi dalam perjalanan pelaku meninggal dunia,” kata Windy.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti mobil pikap Granmax nopol P 8349 MN milik Mukit Efendi (43). Juga sebuah kunci T yang digunakan pelaku mencuri mobil.

“Tiga teman pelaku masih dalam pengejaran. Dan pelaku ini merupakan residivis pencurian mobil dan sapi. Untuk mobil sudah kita serahkan ke pemiliknya,” pungkas Windy.

(sun/bdh)