Jember – Telah terjadi tindakan yang meresahkan warga, di rumah makan cepat saji MCD Kecamatan Kaliwates, dengan adanya rekaman sembunyi di toilet di rumah makan tersebut.

Mirisnya seorang yang berinisial MAAH (23 tahun) yang di duga sebagai pelaku, telah melakukan tindakan pornografi dengan merekam para korban yang sedang kekamar mandi dan naasnya kejadian ini dilakukan tanpa ijin dari pihak rumah makan tersebut, dengan berpura-pura menjadi petugas kebersihan toilet MAAH mengikuti korban sehingga tidak ada kecurigaan dari para korban bahwa dirinya telah direkam, merasa di rugikan AFR ( 21 tahun) selaku korban melaporkan perbuatan tersebut ke pihak Polres Jember.

Satreskrim Polres Jember yang telah melakukan penyelidikan atas laporan dari korban ,berhasil mengamankan pelaku dan langsung melakukan Press Conference bertempat di halaman Polres Jember yang dipimpin oleh AKP Komang Yogi Arya Wiguna ( Kasat Samapta), berikut Iptu Brissan ( Kasi Humas), Iptu Vita ( Kanit PPA) dan IPDA Bagus ( Kanit Pidum), Sabtu (05/01/21).

Kasat Reskrim menjelaskan didepan awak media terkait adanya dugaan tindak pidana pornografi, di mana setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, mengadakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengekspor, memperjualbelikan yang secara eksplisit memuat ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan dan setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi, maka akan di kenakan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp. 250.000.000 serta paling banyak Rp. 6.000.000.000,-.

Sesuai dengan pasal 4 ayat (1) Jo pasal 9 sub. Pasal 29 Jo pasal 35 UU no 44 tanlhun 2008.

Komang membenarkan adanya tindak pidana yang telah dilakukan oleh MAAH semenjak Desember lalu hingga saat ini, kurang lebih 10 video yang telah di kumpulkan oleh pelaku, “pelaku mengakui perbuatannya untuk membuat hasratnya di mana ketika melihat hasil dari video tersebut, pelaku bisa melakukan dengan cara berimajinasi sendiri”, jelas Kasat Reskrim.

” Meskipun nantinya hanya untuk konsumsi pribadi dan koleksi namun tindakan ini telah merugikan pihak korban, bahkan tidak hanya rasa malu dampak dari kejadian ini membuat traumatik psikologi korban, maka dari kami melakukan tindakan dengan cepat untuk mengamankan pelaku “, lanjut Komang.