Jember – Polisi menetapkan NH ( pemimpin padepokan Jati Tunggal Nusantara ) sebagai tersangka utama di mana kegiatan ritual yang telah memakan 11 korban meninggal dunia di pantai Payangan Ambulu, Minggu 13 Februari 2022, pukul 00.30 wib, berita yang sedang heboh di Jember ini mendapatkan perhatian khusus dari Sat Reskrim Polres Jember untuk segera melakukan penyidikan dan penetapan tersangka.

Dengan di adakan nya Press Conference yang bertempat di Mako Polres Jember, AKBP Hery Purnomo selaku Kapolres Jember bersama AKP Komang Yogi Arya Wiguna (Kasat Reskrim Polres Jember), Iptu Eko ( Kbo Reskrim Polres Jember), Iptu Brisan ( Kasi Humas Polres Jember) dan IPDA Bagus ( Kanit Pidum Polres Jember), menghadirkan tersangka berikut barang bukti kendaraan yang digunakan oleh korban serta pakaian padepokan Jati Tunggal Nusantara, Rabu (16/02/22).

Seperti yang dijelaskan oleh Kapolres Jember, hari ini unsur pidana dari NH sudah terpenuhi hasil dari penyidikan yang telah dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Jember, sehingga sesuai dengan pasal 359 KUHP, HN ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut kesaksian tersangka ketika dilakukan ritual dengan mengajak 19 orang anggotanya, tersangka sempat memastikan dari group WhatsApp untuk menentukan keberangkatannya, Kapolres Jember menjelaskan kronologi awalnya berikut penjelasan Kapolres Jember di hadapan awak media,

“Awalnya NH mengajak anggota untuk tawasul dan minta ijin ke ratu selatan supaya hajad para anggota nya terkabul, dengan cara menaburkan bunga dan mengucapkan salam kepada penguasa laut Selatan tersebut”, jelasnya.

Karena masing-masing memiliki motivasi yang berbeda-beda maka NH menyarankan melakukan ritual tersebut.

Dengan bergandengan tangan para anggota menjadi dua baris sampai tersapu oleh ombak ,” dengan tiba-tiba ombak menyeret para anggotanya, kejadian yang terjadi begitu saja menyebabkan 11 orang meninggal dunia karena tenggelam akibat benturan di batu karang, sedangkan 10 orang masih hidup dan masih dalam perawatan, salah satunya adalah NH pemimpin padepokan yang selamat”, jelasnya pula.